Archive for November, 2006

Bila aku jatuh cinta

Sunday, November 19th, 2006

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

Keimananku…..

Sunday, November 19th, 2006

Andai matahari ditangan kananku…
Takkan sanggup merubahi yakinku…
Terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati…

Andaikan rembulan di tangan kiriku…
Takkan sanggup mengganti imanku…
Jiwa dan raga ini apapun adanya…

Andaikan seribu siksaan…
Terus melambai-lambaikan derita yang mendalam…
Seujung rambutpun aku takkan bimbang…
Jalan ini yang kutempuh…

Bilakah ajal kan menjelang…
Jemput rindu-rindu syahid yang penuh kenikmatan…
Cintaku hanya untukmu…
Tetapkan muslimku selalu…

Langit Senja Kota Jakarta

Friday, November 17th, 2006

17.25 WIB

Lantai 10 Gedung Utama BPK

seruak jingga diantara rimba beton terburai indah memanjakan hasrat teriring mobilisasi kaum urban kota ini. denyut nadi kota ini masih berlanjut ke irama yang berbeda. Langit senjaku mulai buram, dilebur cahaya malam di tiap jengkal tanah yang seakan tidak menyisakan ruang untuk anak-anak kecil bermain layang-layang seperti masa kecilku dulu. geliat kota ini tidak akan pernah berhenti menawarkan harapan bagi segenap manusia yang mempunyai mimpi. aku masih mengucap syukur atas pemandangan ini, walau tak seindah bintang-bintang di padang edellweiss surya kencana, kabut ranukumbolo, atau matahari terbit di puncak gunung gede, kerinci, maupun semeru. terimakasih ya Rabb sungguh engkau Maha Pencipta yang indah.

Pada suatu pagi…

Friday, November 17th, 2006

Pagi itu dia berpakaian serba putih, selaras dengan warna kulitnya. Dalam hati bertanya apakah Tuhan memberiku Rembulan di pagi hari?

Tidak, bahkan berjuta bintang di langit Surya Kencana tidak dapat menyamai indahnya…..

Hanya 12 purnama, tapi tak mudah terlupa…….

Damai, teduh, sejuk, membuatku lebih menikmati hidup. Sedamai saat aku menghirup udara tipis berbalut kabut…

Kini sang Rembulan sudah kembali ke pangkuan malam. Walaupun jauh tetapi masih Rembulan di langit hatiku…

Sampai saat nanti aku menjemput sang Mentari. Dan akupun berharap sang Rembulan menjelma menjadi Mentari…