Tentang Seorang Perempuan
Pertama kali bertemu atau lebih tepatnya secara tidak sengaja aku melihat dia saat manaiki anak tangga menuju lantai 2 gedung perkuliahan pada awal tahun ketiga aku belajar dikampus ini. Dia sedang menuju kebawah dan aku kelantai atas. Sungguh mengherankan baru kali ini aku melihat ada seseorang seperti dia, padahal kita satu spesialisasi (baca:jurusan) akuntansi tepatnya. Penampilannya yang “eyecatching” spontan menarik hatiku untuk menanyakan pada temenku siapa namanya. Beberapa hari kemudian saat salah seorang temenku yang sama2 bernaung dibawah suatu organisasi kepecintaalaman memperlihatkan fotonya dan temen2nya termasuk salah satunya adalah si Dia saat mengikuti salah satu kepanitiaan acara kampus, aku pun lebih lanjut menanyakan dia ke temenku itu tadi, tentunya hanya sekedar basa-basi bercanda belaka. Aku pun sudah menebak klo dia dan temenku tadi adalah temen akrab karena mereka sama-sama aktivis dakwah kampus. Temenku ini juga mengakui kekagumannya akan tingkah lakunya, padaal aku sendiri sudah cukup segan dan kagum pada temenku ini.
Mungkin sudah berkali-kali aku merasakan apa yang disebut orang-orang dengan jatuh cinta. Tapi toh aku tidak pernah pacaran sekalipun. Sering aku menyukai gadis-gadis karena wajahnya yang cantik atau tubuhnya yang seksi. Semenjak kuliah pandanganku berubah, aku mulai membenci dan sangat membenci gadis-gadis cantik yang berpakaian seksi dan berkelakuan tidak karuan. Aku mulai mengagumi perempuan2 yang oleh orang2 bahkan dari gender mereka sendiri menyebutnya dengan “akhwat”. Yaitu perempuan2 yang berpakaian syar’i dan kebanyakan aktif dalam dakwah karena sikap dan perilaku mereka bukan semata karena kecantikan. Lama-kelamaan aku mulai mengerti tidak semua dari mereka seperti yang aku pikirkan selama ini, ternyata mereka juga punya kehidupan layaknya gadis2 remaja seusia mereka. Hal ini aku sadari saat aku sering mengamati atau lebih tepatnya membandingkan mereka dengan sesorang yang aku menyebutnya “mbaknya” yang aku ceritakan diawal.
Dengan tidak bermaksud merendahkan yang lain aku memandang “mbaknya” selangkah lebih maju diantara temen2nya. Entah aku buta atau kurang pergaulan selama ini tidak pernah mengetahui seseorang seperti “mbaknya” satu angkatan denganku padahal populasi cewe dikampus ini kurang dari 10% apalagi yang aktivis. “mbaknya” memiliki keduanya baik beauty maupun attitude yang mengagumkan. “mbaknya” memang cantik bahkan temenku yang berandalan pun mengakuinya. Kulitnya putih dan memang kebanyakan orang2 dari kota asalnya berkulit bersih namun sekali lagi sikapnya tidak mencerminkan sikap orang2 asal kotanya yang kebanyakan adalah “anak gaul”. Indah Lakunya itu yang membuat lututku seakan tak kuasa menahan beban tubuh ini.
Dan aku jadi lebih sering mengamatinya, karena memang ada kesempatan untuk itu saat jam kuliah, walaupun kita tidak satu kelas. Setiap kali aku mencuri pandang perasaan yang sama selalu terjadi, ketika hati berdebar, seperti akan jatuh dan hal itu membuatku semakin merasa berdosa. Aku jadi menyesal telah mengaguminya, menyesal dengan hari-hari itu! Kamu tahu perasaanku padanya? seperti aku menjadi 2 orang sekaligus! yang satu menginginkan dia sebagai pendamping hidup. Sedangkan yang satunya tidak rela dia dimiliki oleh orang macam aku! (seperti aku tidak rela siti nurhaliza menikah dengan duda beranak 4 itu…hehe..) Ya dan disinilah aku sekarang, terjebak dalam dua bagian yang saling bertolak-belakang. Tapi aku lebih cenderung mengikuti yang kedua. Karena aku tahu yang terbaik adalah untuk yang terbaik, bukankah itu janji Allah. Dan janji Allah adalah benar.
Beberapa hari lagi mungkin adalah untuk terakhir kalinya aku bisa memandangnya dan aku akan sangat bersyukur hal ini akan berakhir. Untuk itu aku menuliskan ini, agarkelak aku bisa tertawa lagi mengingat apa yang telah kuperbuat dulu. Aku pun masih berusaha menjadi lebih baik dari sekarang dan aku juga yakin akan kutemukan sendiri teman sejatiku. Semoga kecantikanmu bertambah di sorga kelak, amin………..
Tasikmalaya, 29 agustus 2006
22:13
ketika asa menjadi dosa
September 11th, 2006 at 10:56 pm
mencari teman sejati….ya..
September 18th, 2006 at 3:55 am
Perbaiki Diri Dulu Bro…
Yg Terbaik Untuk Yg Terbaik
buktikan kamu memang pantas
SEMANGAT!!!!!!!
April 27th, 2007 at 6:07 am
hayo ul sapa tu…
semangt…