Kisah ini terjadi saat kami 720 didit,756 bonju, 765 kaspo, 768 uhe, 780 zaed, dan adang mengadakan perjalanan ke 4 gunung di sumatera pada tanggal 11-25 Agustus 2005. Setelah dari gunung Dempo 3159 mdpl di kabupaten pagar alam sumatera selatan kami berangkat ke kabupaten sungai penuh Jambi melalui jalur pagar alam-lahat-bangko-sungai penuh.
Selasa 16/08/05
16.00 kami sampai di sungai penuh tanpa seorang pun kenalan, hanya satu rekomendasi dari seorang teman yang kami jumpai di gunung dempo untuk menghubungi salah satu temannya yang bernama robby, singkat kata kami pun menuju alamat yang diberikan dan berkenalan dengan robby. Kami menitipkan beberapa barang kami disana. Adalah suatu kebetulan ketika kami sampai beberapa teman disana juga akan berangkat ke kerinci, kami pun ditawari untuk berangkat bersama.
17.15 kami berangkat naik mobil sewaan. Sepanjang jalan kami melihat hamparan hijau kebun teh PTPN VI yang merupakan kebun teh terbesar se-Asia Tenggara.
18.30 sampai di tugu macan (1500 mdpl) di desa kersik tuo langsung menuju menuju pos jaga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan ngecamp disana. Di pos jaga ini banyak terdapat teman-teman sesama pecinta alam, kami melewati malam dengan saling berbagi cerita dan mendapat penjelasan untuk mendaki kerinci berhubung kami berlima baru pertama kali kesini.
Rabu 17/08/05
Setelah melakukan persiapan kami pun mulai berjalan menuju pintu rimba 1682 mdpl dengan diantar 3 orang teman.
10.30 mulai memasuki pintu rimba dari sinilah perjalanan sesungguhnya dimulai…..mudah-mudahan kami bisa melalui dan kembali dengan selamat.
11.05 sampai di pesangrahan 1 bangunan seluas 3×5 m tanpa dinding dengan atap seng. Sampai sini jalur masih lumayan landai. Selepas itu jalur mulai menanjak masih dengan pohon-pohon besar dikanan kiri.
12.15 sampai di pos bangku panjang (1782 mdpl), berupa bangunan dengan luas 4×4, dikelilingi banku beton, beratap seng. Sepanjang perjalanan kami berjumpa banyak pendaki yang turun setelah merayakan HUT kemerdekaan RI di puncak. Kata nereka ada sekitar 500an pendaki pada hari itu. Dari pos ini hujan mulai turun, terpaksa kami berjalan dengan menggunakan ponco dan sedikit terhambat akibat licinnya jalur.
13.30 tiba di shelter 1 (2512 mdpl) hujan mulai reda. Kami beristirahat sambil ngobrol-ngobrol dengan pendaki yang turun.
14.10 mulai berjalan lagi dengan jalur yang tambah berat disertai dengan hujan yang mulai turun lagi tapi kami masih sangat bersemangat.
16.40 sampai di shelter 2 (3072 mdpl) masih ditemani hujan yang mengguyur. Kami bertemu pendaki yang mendirikan tenda tertahan untuk turun karena hujan. Suhu pada ketinggian sudah dingin ditambah hujan membuat tangan kami seperti membeku mati rasa, jari-jari susah digerakkan. Jalur semakin tambah berat, kami lalui denagn teknik mendaki dan memanjat menggunakan bantuan tangan. Jalur gabungan antara tanah dan batuan cadas dengan vegetasi tumbuh-tumbuhan kecil. Bebarapa kali kami sempat terjatuh, walaupun kecepatan berjalan semakin pelan tapi kami harus tetap bergerak untuk menjaga suhu tubuh agar tidak terserang hypothermia.
17.50 Alhamdulillah kami sampai di shelter 3 (3320 mdpl) senang rasanya akhirnya kami bisa beristirahat. Kami segera mendirikan tenda disamping tenda pendaki yang juga akan menuju puncak. Setelah memasak dan makan kami tidur dalam kehangatan tenda menjaga stamina buat besok. Hati terasa gembira karena puncak sudah terlihat.
Kamis 18/08/05
04.00 bangun, sholat, masak, sarapan, packing bawa bekal secukupnya peralatan (kompas, GPS, ponco, kamera) siap menuju puncak.
05.30 mulai berjalan, jalur kurang jelas, kata teman-teman dibawah ikuti saja cat kuning di batu-batuan. Shelter 3 merupakan batas vegetasi, jalur terdiri dari batu cadas, kerikil,dan pasir vulkanis tampak masih basah sisa hujan. Udara terasa dingin menusuk tulang dan tipis untuk bernapas. Beberapa menit berjalan terlihat spanduk peringatan bagi para pendaki agar berhati-hati terhadap asap beracun kawah. Perlahan hujan turun disertai kabut yang menyapa, membuat kami harus semakin berhati-hati dalam berjalan. Kami berjalan berurutan karena berjalan di punggungan sempit dengan kanan kiri jurang yang menganga.
06.30 tiba di tugu yudha (3685 mdpl) disini terdapat banyak monumen untuk mengenang teman-teman yang telah meninggal di gunung kerinci. Sejenak kami memberi penghormatan dan berdo’a semoga arwahnya diterima disisiNya. Setelah berjalan lagi beberapa langkah kabut semakin menebal, hati semakin cemas, saya yang berjalan paling belakang berteriak kepada teman-teman didepan untuk berhenti sejenak. Kami pun saling memanggil untuk mengecek bahwa kami berjalan pada jalur yang benar. Tapi kabut tambah tebal menyisakan jarak pandang 10-15 meter. Saya semakin cemas teringat cerita teman-teman dibawah saat 2 bulan lalu 3 orang MAPALA jakarta meninggal dunia akibat terjatuh ke jurang saat kabut dan badai melanda. Akhirnya saya berteriak kepada teman-teman agar menghentikan pendakian, tetapi mereka tetap ngotot untuk terus naik. Terpaksa saya harus berusaha keras membidik dengan kompas tititk-titik yang kami lalui yang masih bisa terlihat agar memudahkan kami untuk turun. Walaupun perlahan kami tetap berjalan dan berdo’a agar tetap dalam lindunganNya.
07.35 Zaed 780 yang paling depan berteriak “puncak!!!” kami pun semakin bersemangat diikuti didit 720,uhe 768, adang, bonju 756,dan saya kami berlima sampai di puncak 93805 mdpl). Alhamdulillah ya Allah, Engkau izinkan kami menapaki karya agungMu. Terdengar deru kawah kerinci gunung berapi tertinggi di Indonesia. Tiba-tiba kabut hilang seketika, Subahanallah Engkau tunjukkan tanda-tanda kekuasaanMu. Hati ini serasa ingin menangis diperlihatkan hamparan hijau tanah sumatera dibawah sana. Begitu kecil kami di alamMu yang luas ini, betapa indah ciptaanMu. Mengapa kami masih menyiman rasa sombong dihati, sedangkan dihadapanMu kami tidak lebih dari setitik noda tak berarti. Betapa kami tidak pernah bersyukur akan karuniaMu yang maha luas. Udara yang kita hirup, air yang kita minum, pohon-pohon yang rindang, langit biru menaungi, segalanya…….. kami telah melihat goresan pena kekuasaan yangEngkau goreskan dengan indah di bumi ini, semoga bertambahlah keimanan ini. Kurang dari 10 menit kami mengambil momen dengan berfoto bersama. Tak lupa kami memberi ucapan selamat kepada satu temen kami yang ternyata pada hari itu berulang tahun (adang)
07.45 kami beranjak turun menyusurui jalan yang kami lalui dengan melihat sisa jejek yang kami tinggalkan. Kabut mulai turun lagi, untuk berjalan memang lebih ringan tetapi resiko salah jalur berlipat, karena apabila salah mengambil punggungan bisa terperosokke jurang. Saat kabut menebal disertai hujan turun kami memutuskan untuk berhenti beristirahat menunggu reda. Kami berpapasan dengan teman kami di shelter 3 yang mulai mendaki ke puncak. Kami mengingatkan agar berhati-hati dan segera turun sebelum jam 9. kami berjalan lagi saat kabut menipis perlahan tapi pasti.
09.30 akhirnya tiba di camp kami shelter 3. lega rasanya setelah perjalanan yang menegangkan menuju puncak. Setelah makan kami tidur berhubung hujan masih turun.
12.00 tenda kami bongkar, packing bersiap untuk turun masih ditemani hujan yang mengguyur membuat kami mengigil kedinginan ditambah stamina yang sudah mulai turun. Tapi kami menunggu dulu siapa tahu hujan akan reda.
14.00 hujan belum juga reda akhirnya diputuskan untuk ngecamp lagi. Tenda pun kami pasang kembali.
16.00 karena fisik yang sudah kecapekan dan udara dingin yang semakin menusuk tulang akibat hujan sepanjang hari kami akhirnya tidur dan menghabiskan waktu dalam kehangatan tenda.
Jum’at 19/08/05
05.30 akhirnya malam yang dingin telah terlewati, tampak sunrise yang begitu indah di ufuk timur. Pemandangan dari shelter 3 ini juga sangat indah, terlihat danau gunung tujuh di sebelah timur.
08.40 setelah sarapan dan packing kami pun siap untuk turun. Bertemu dengan 2 kelompok pendaki dari swiss dan jerman. Jalan yang kami lalui licin dan rusak akibat hujan.
13.30 sampai di pos jaga TNKS mau lapor tapi tidaj ada seorangpun akhirnya bertemu petugas ditugu macan
15.30 meninggalkan kayu aro menuju tempat robby di sungai penuh
17.00 sampai di tempat robby. Bersih-bersih diri dan makan.
20.00 berpamitan dengan teman-teman di sungai penuh untuk menuju bukittinggi smatera barat melanjutkan perjalanan kami. Saat di jalan terlihat gunung kerinci menjulang dengan gagahnya, dalam hati bersyukur dapat merasakan pengalaman mendaki disana. Terimakasih Tuhan, kerinci semoga kelak kita berjumpa lagi…………